,
Jakarta | Ariq Motor Sebagai perusahaan yang bergerak dibidang otomotif, dibilangan Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat ini memiliki rasa...
Jakarta I Forum Silaturahmi RT/RW se Kelurahan Tanah Tinggi  mengadakan kegiatan Silaturahmi bersama 3 Pilar Kecamatan Johar Barau, Jakarta...
Kamis, 17 Oktober 2019
Jakarta | H. Cipta Wahyudi Okis Ketua Dewan Pimpinan Cabang Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar Banten (DPC BPPKB) Jakarta Pusat memberikan...
Jakarta | Pergunu DKI Jakarta dan PT Balai Pustaka lakukan Penandatanganan Surat Perjanjian Kerjasama (MoU) bertempat di Cafe Sastra, beberapa waktu...
Jakarta |Kapolsek Johar Baru Komisaris Polisi (Kompol) Supriadi.SH.MH bersama Mayor Dasim Danramil 08 Johar Baru ngopi bareng dengan mahasiswa STIAMI...
Jakarta |Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat menyelenggarakan kegiatan Literasi di Kampung Johar Baru dengan...
20 Januari 2018 | Dibaca: 324 Kali
Hakim Beri Teguran Keras atas Saksi Kasus SPPD Fiktif

H. Jumdiyanto anggota Dewan Kota (Dekot) Pangkalpinang saat menjadi saksi pada kasus SPPD Fiktif di Pengadilan Negeri Kota Pangkalpinang (foto/ist)

Wartawan  : Rey
Editor         : Eddy P

Pangkalpinang, Fokusjurnal.com – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) , Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, kembali menggelar persidangan perkara Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) yang diduga fiktif oleh anggota Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) kota Pangkalpinang. Agenda sidang yang diketuai oleh Sri Endang A.Ningsih ini menghadirkan dua orang saksi yaitu Badarudin dari pihak Pemerintah Kota (Pemkot) dan H. Jumdiyanto anggota Dewan Kota (Dekot) Pangkalpinang yang didampingi oleh kuasa hukumnya Budik Wahyudi, Holili dan Julianis.

Ketika pemeriksaan saksi pertama, Badaruddin, menjawab semua pertanyaan dengan terbuka dan tidak berbelit-belit, sehingga pemeriksaan hanya memakan waktu tidak lebih dari 30 menit.
 
Setelah pemeriksaan saksi pertama, dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi kedua, H. Jumdiyanto (Dewan Kota). Saksi kedua ini membuat Hakim berang karena keterangan yang disampaikan berbelit-belit, terindikasi bohong dan selalu berkata tidak tahu atau lupa.
 
Sepanjang persidangan berjalan, saksi selalu menampakkan aura emosi tinggi dan terkesan tidak terima kalau dirinya disalahkan dalam perkara SPPD tersebut. Menurutnya, SPPD itu tidak Fiktif dan berhak untuk di ambil uangnya.
 
Hakim mencecar dengan pertanyaan, kalau uang itu sah, tidak fiktif, kenapa harus dikembalikan. Saksi menjawab, bahwa hatinya merasa tidak nyaman. Mendengar jawaban tersebut, semua pengunjung sidang tertawa.
 
Lantaran kesal oleh jawaban saksi yang bertele-tele, Hakim mempertanyakan latarbelakang pendidikan saksi. Saksi menjawab hanya tamat SMA.
 
" Pantesan kalau begitu, “ ucap Hakim, jengkel yang diikuti oleh tertawa hadirin.
 
Majelis Hakim lebih berang lagi ketika ditanya apa Tupoksi Komisi 1 (satu) kepada saksi, dijawab dengan silahkan Majelis Hakim tanya sendiri ke Komisi 1 saja. 
 
"Hei pak Dewan yang terhormat, kami bukan orang partai, saat ini kita lagi lakukan proses persidangan, bukan lagi rapat di Dewan, bicara seperti itu, yang benar saja,” tegas Hakim yang kembali disambut tawa riuh hadirin pengunjung sidang. 
Saksi H. Jumdiyanto hanya bisa menunduk dan meminta maaf. 
 
“Wahai pak Dewan yang terhormat kami belajar ilmu psikologi, kami tahu kalau saksi berbohong dan membaca bahasa tubuh saksi, jadi tidak usah sombonglah mentang-mentang anggota Dewan,” ujar Hakim.
Hakim Sri Endang melanjutkan, “Kami sudah memeriksa banyak saksi, tapi baru kali ini bertemu saksi yang arogan, sombong di ruang pengadilan,” ketusnya.
 
Majelis Hakim juga menegaskan, pengembalian uang yang saksi lakukan tidak menghilangkan perbuatan melawan hukumnya.
 
Di penghujung sidang, Majelis Hakim lebih banyak menasehati saksi, agar lebih jujur, tidak usah ngeles, berbelit-belit, santai saja dan tidak usah emosi.
 
“Ironis sekali saksi bisa memerintahkan majelis hakim, kan lucu, prakteknya Hakim yang memerintah dalam persidangan,bukan saksi,” pungkasnya. 

Kantor Redaksi :

JALAN JOHAR BARU RAYA
JAKARTA PUSAT