,
Jakarta | Dewan Pimpinan Pusat Badan Potensi Pembinaan Keluarga Besar (DPP BPPKB) Banten melantik Jermia Kalalo. SE,  sebagai Ketua Dewan...
Jakarta | Dewan Pimpinan Pusat Pembinaan Potensi Keluarga Besar (DPP BPPKB) Banten menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan Dewan Pimpinan...
Jakarta | Ariq Motor Sebagai perusahaan yang bergerak dibidang otomotif, dibilangan Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat ini memiliki rasa...
Jakarta | Haryanto Badjoeri Mantan Kasatpol PP DKI Jakarta di era Gubernur Fauzi Bowo menghadiri pelantikan serentak Badan Potensi Pembinaan Keluarga...
Jakarta | Pergunu DKI Jakarta dan PT Balai Pustaka lakukan Penandatanganan Surat Perjanjian Kerjasama (MoU) bertempat di Cafe Sastra, beberapa waktu...
Jakarta |Kapolsek Johar Baru Komisaris Polisi (Kompol) Supriadi.SH.MH bersama Mayor Dasim Danramil 08 Johar Baru ngopi bareng dengan mahasiswa STIAMI...
03 Maret 2018 | Dibaca: 856 Kali
Kasus Honorer  di Kab. Subang Mencapai Miliaran

foto/ist : Ilustrasi

Subang, Fokusjurnal.com – Tenaga honorer atau yang di kenal K2 menuntut AS, oknum mantan pegawai Badan Kepegawaian Daerah [BKD] Kabupaten Subang,  yang saat itu menjabat sebagai Kepala Seksi [Kasie]. Oknum AS mengiming-imingi tenaga honorer  menjadi Pegawai Negeri Sipil [PNS].

Namun ketika para korban mencoba mengecek terkait kelulusannya, nama mereka tidak tertera di website resmi CPNS maupun madding di setiap instansi. Padahal mereka  sudah menyetor uang ke AS berjumlah miliaran rupiah.

AS, yang kini menjadi pejabat di Arsip Daerah [Arda], sulit ditemui bahkan sering gonta-ganti nomor telepon seluler. “Saya mau menanyakan kepada dia terkait uang saya. Intinya saya sih minta uang dikembalikan saja,” ucap pria berkulit putih ini, yang tidak mau disebut namanya.

Intinya sih, lanjut lelaki tadi, antara pemerintah Kabupaten Subang dapat duduk bersama dengan para korban perekrutan CPNS, sehingga permasalahan yang terjadi dapat terselesaikan. ”Bayangkan uang saya senilai Rp. 125 juta lenyap begitu saja, hanya gara-gara di janjikan menjadi PNS oleh oknum Pemkab, “katanya, sambil menunjukan bukti tranfers uang tersebut

Bahkan korban pun sempat melaporkan kasus ini ke pihak Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK], Mabes Polri dan Kemeterian terkait. Atas ketidak seriusan pejabat  Kabupaten Subang dalam menyelesaikan masalah perekrutan CPNS yang tak kunjung selesai. Sehingga kasus ini mencuat kembali. Berbekal data yang di miliki oleh media ini, aliran uang  para korban CPNS yang berjumlah miliaran rupiah yang diduga diterima oknum pejabat di Kabupaten Subang. [tim fokusjurnal]

Kantor Redaksi :

JALAN JOHAR BARU RAYA
JAKARTA PUSAT