,
Jakarta - Pada khakekatnnya puasa bukanlah sekedar menahan nafsu makan dan minum, tetapi menahan segala nafsu manusia. Misalnya nafsu amarah, serta...
LHOKSUKON - Ikatan Pemuda Mahasiswa Paya Bakong  ( IPEMAPA ) gelar acara buka puasa bersama dan santuni puluhan anak yatim di mesjid Jamiq...
Pangkalpinang – Sewaktu kecil tentu kita mempunyai memori atau masa yang tak dapat dilupakan di tempat wilayah kita tinggal. Namun, masa lalu...
Jakarta - Tawuran antar warga kembali terjadi di Johar Baru, Jakarta Pusat. Nampak batu, dan pecahan botol berserakan di jalan seusai terjadinya...
 Jakarta -  Ajang pemilihan Putera-Puteri Maritim Indonesia (PPMI) tahun 2018 kembali digelar. Ajang ini merupakan ajang ketiga kalinya...
Jakarta – Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta (IKA UNJ) bekerjasama dengan Bank BNI, meluncurkan "Kartu Alumni UNJ" dalam bentuk...
03 Maret 2018 | Dibaca: 568 Kali
Kasus Honorer  di Kab. Subang Mencapai Miliaran

foto/ist : Ilustrasi

Subang, Fokusjurnal.com – Tenaga honorer atau yang di kenal K2 menuntut AS, oknum mantan pegawai Badan Kepegawaian Daerah [BKD] Kabupaten Subang,  yang saat itu menjabat sebagai Kepala Seksi [Kasie]. Oknum AS mengiming-imingi tenaga honorer  menjadi Pegawai Negeri Sipil [PNS].

Namun ketika para korban mencoba mengecek terkait kelulusannya, nama mereka tidak tertera di website resmi CPNS maupun madding di setiap instansi. Padahal mereka  sudah menyetor uang ke AS berjumlah miliaran rupiah.

AS, yang kini menjadi pejabat di Arsip Daerah [Arda], sulit ditemui bahkan sering gonta-ganti nomor telepon seluler. “Saya mau menanyakan kepada dia terkait uang saya. Intinya saya sih minta uang dikembalikan saja,” ucap pria berkulit putih ini, yang tidak mau disebut namanya.

Intinya sih, lanjut lelaki tadi, antara pemerintah Kabupaten Subang dapat duduk bersama dengan para korban perekrutan CPNS, sehingga permasalahan yang terjadi dapat terselesaikan. ”Bayangkan uang saya senilai Rp. 125 juta lenyap begitu saja, hanya gara-gara di janjikan menjadi PNS oleh oknum Pemkab, “katanya, sambil menunjukan bukti tranfers uang tersebut

Bahkan korban pun sempat melaporkan kasus ini ke pihak Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK], Mabes Polri dan Kemeterian terkait. Atas ketidak seriusan pejabat  Kabupaten Subang dalam menyelesaikan masalah perekrutan CPNS yang tak kunjung selesai. Sehingga kasus ini mencuat kembali. Berbekal data yang di miliki oleh media ini, aliran uang  para korban CPNS yang berjumlah miliaran rupiah yang diduga diterima oknum pejabat di Kabupaten Subang. [tim fokusjurnal]

Kantor Pusat :

The City Tower 
​​​​​​Jl.MH. Thamrin No. 81
Level 12 1N, JAKARTA PUSAT

Telp. 021 - 30490123