,
Jakarta | Dewan Pimpinan Pusat Badan Potensi Pembinaan Keluarga Besar (DPP BPPKB) Banten melantik Jermia Kalalo. SE,  sebagai Ketua Dewan...
Jakarta | Dewan Pimpinan Pusat Pembinaan Potensi Keluarga Besar (DPP BPPKB) Banten menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan Dewan Pimpinan...
Jakarta | Ariq Motor Sebagai perusahaan yang bergerak dibidang otomotif, dibilangan Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat ini memiliki rasa...
Jakarta | Haryanto Badjoeri Mantan Kasatpol PP DKI Jakarta di era Gubernur Fauzi Bowo menghadiri pelantikan serentak Badan Potensi Pembinaan Keluarga...
Jakarta | Pergunu DKI Jakarta dan PT Balai Pustaka lakukan Penandatanganan Surat Perjanjian Kerjasama (MoU) bertempat di Cafe Sastra, beberapa waktu...
Jakarta |Kapolsek Johar Baru Komisaris Polisi (Kompol) Supriadi.SH.MH bersama Mayor Dasim Danramil 08 Johar Baru ngopi bareng dengan mahasiswa STIAMI...
02 Maret 2018 | Dibaca: 1328 Kali
Kasus Honorer di Subang Dilaporkan ke KPK

Subang, Fokusjurnal.com – Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK] harus segera turun tangan, terkait kasus honorer katagori 2 [K2]. Kasus yang terjadi di Kabupaten Subang, Jawa Barat ini syarat korupsi.

Kasus ini melebar setelah adanya perekrutan Calon Pegawai Sipil Negeri [CPNS] yang telah dimintai uang untuk menjadi Pegawai Sipil Negeri [PNS] melalui AS, yang bertugas di Badan Kepewaian Daerah [BKD] Kabupaten Subang, ia diduga telah menerima uang yang sangat fantastik jumlahnya dan nilainnya pun sangat berpariasi, mulai puluhan juta hingga ratusan juta.

Salah satu korban AS yang menemui wartawan fokusjurnal mengatakan,dirinya telah lulus test penerimaan CPNS. Oleh AS, korban diminta menyediakan uang sebesar Rp. 125 juta, korban menyiapkan uang itu untuk menjadi PNS. Sialnya, ketika di cek  oleh korban melalui website maupun madding di mana dia ditempatkan,  namanya tidak ada.

“Saya ingin kembali uang saya, hingga sampai saat ini tidak ada etikad baik dari pejabat tersebut. Sampai-sampai saya hubungi melalui telepon pun nomor tidak aktif, di datangi kentornya pun tidak pernah ada di tempat,”kata pria yang tidak mau disebut namanya.

Kasus ini telah dilaporkan kepada KPK. Gurita tenaga honorer ini melibatkan salah satu pejabat tinggi di Kabupaten Subang berinisial Abd. Berbekal data yang dimiliki media ini, Abd telah menerima uang sebanyak 2,3 miliar dari HT salah satu Kabid di BKD.

Ketika wartawan fokusjurnal.com melakukan konfirmasi kepada Abd di kantornya yang terletak di lantai dua, menyangkut aliran dana yang masuk. Siswa yang magang di kantor itu mengatakan bahwa bapak tidak ada,”Bapak umroh, sore ini baru berangkat,”kata salah satu siswa yang magang itu, Senin [27/2] sore.

Aliran dana dari para tenaga honorer yang telah di iming-imingi oleh AS dalam mengikuti test dan gagal menjadi PNS, KPK segera periksa para oknum pejabat yang telah menerima aliran dana itu. [tim].

Kantor Redaksi :

JALAN JOHAR BARU RAYA
JAKARTA PUSAT