,
Jakarta | Anak Depan Puskesmas (Andepus) Kramat Pulo Gundul, Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, panitia merayakan puncak hari Kemerdekaan Republik...
Jakarta | Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Anak Betawi (DPP FORKABI) menyelenggarakan pemotongan hewan qurban pada hari raya Idul Adha 1440...
Jakarta | Polres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Harry Kurniawan, SIK, MH) memberikan bantuan berupa sapi qurban kepada...
Jakarta  | Dalam rangka membentuk nilai-nilai Dasar Profesi PNS (Pegawai Negeri Sipil) melalui Kompetensi inilah yang kemudian berperan dalam...
Jakarta | Harianto Badjoeri (HB) menerima kunjungan lintas etnis, kunjugan lintas etnis tersebut bertujuan merekatkan silaturahmi antar etnis yang...
Jakarta | Ketua Dewan Pimpinan Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten Jakarta Pusat H.Cipta Wahyudi Okis. SH  memenuhi undangan...
27 Februari 2018 | Dibaca: 783 Kali
Lembaga KPK : Pejabat Subang Diminta Bertobat

Subang, Fokusjurnal.com -  Maraknya operasi tangkap tangan (OTT)  yang menyeret para peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang dilaksanakan secara serentak dinilai sangat memalukan.

Salah satu Bupati yang terseret dalam OTT itu adalah Bupati Subang  Imas Aryuningsih, beberapa waktu lalu.

Imas menjadi buah bibir oleh masyarakat Kabupaten Subang. Pasalnya, Imas yang tengah mengikuti dan menjadi peserta Pillada dan di dukung oleh Partai Golkar dan PKB itu kini menyandang status tersangka dan meringkuk di sel tahanan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Berbagai komentar pun diarahkan kepada Imas, salah satunya datang dari ketua Lembaga Komunitas Pemberantasan Korupsi Firdaus Oiwobo,SH.

Firdaus mengatakan para pejabat Subang harus segera bertobat, pasca OTT  Imas.

"Kami sangat mengapresiasi banyaknya para pejabat kepala daerah yang terkena OTT oleh KPK," kata Firdaus, melalui telepon seluler. Senin (26/2/2018).

Tertangkapnya Imas menjadi salah satu factor, pembelajaran pejabat di Kabupaten Subang, agar lebih berhati-hati dalam menggunakan anggaran.

"Kontrol dan pengawasan sekarang ini sangat canggih. Untuk itu para pejabat di Subang harus berfikir cerdas dalam menggunakan anggaran. Enaknya sedikit, sakitnya lama di penjara," kata Firdaus.

Firdaus menigingatkan kepada para pejabat dalam menggunakan anggaran.

"Jika para pejabat yang tersangkut kasus korupsi. Pasti akan terkuak semua dan tidak ada kata berbohong. Mana ada kasus korupsi yang pasang badan sendiri, sudah pasti akan mengembet kepada siapa saja yang menerima hasil korupsi itu,”tegasnya

Reklame Imas
Dari pantauan Fokusjurnal.com dilapangan masih araknya reklame Bupati Subang  Imas Aryuningsih dalam pencalonan dirinya yang maju dalam pilkada serentak. Firdaus menilai harusnya diturunkan saja oleh instansi terkait. “Jika calon sudah ditetapkan tersangka lebih baik diturunkan saja. Hal ini dapat menjatuhkan parpol pendukung dan tidak artinya lagi serta upaya yang sia-sia, karena yang bersangkutan melakukan tindak pidana korupsi. Kalau orang sudah melakukan dan mengecewakan terhadap masyakat serta para pendukungnya siapa yang mau memilih. Wong dia sudah dipenjara,”tegas Firdaus.

Untuk itu Firdaus menghimbau agar para pejabat stop melakukan tidakkan yang dapat merugikan diri sendiri dan memalukan keluarga ini.

“Selain didukung oleh alat canggih yang dapat menditek kapanpun dan dimanapun pasti ketahuan oleh KPK. Apalagi sekarang ini masyarakat sudah tidak lagi bodoh, malah masyarakat sekarang sudah pada pintar. Kapan dan dimanapun juga jika ada temuan pasti akan ketahuan dengan di dukung fakta dan bukti yang kuat masyakat dapat melaporkan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh pejabat tersebut,” pungkas Oiwobo. (rd/sb/yn)


 

Kantor Redaksi :

JALAN JOHAR BARU RAYA
JAKARTA PUSAT