,
Jakarta | Dewan Pimpinan Pusat Badan Potensi Pembinaan Keluarga Besar (DPP BPPKB) Banten melantik Jermia Kalalo. SE,  sebagai Ketua Dewan...
Jakarta | Dewan Pimpinan Pusat Pembinaan Potensi Keluarga Besar (DPP BPPKB) Banten menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan Dewan Pimpinan...
Jakarta | Ariq Motor Sebagai perusahaan yang bergerak dibidang otomotif, dibilangan Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat ini memiliki rasa...
Jakarta | Haryanto Badjoeri Mantan Kasatpol PP DKI Jakarta di era Gubernur Fauzi Bowo menghadiri pelantikan serentak Badan Potensi Pembinaan Keluarga...
Jakarta | Pergunu DKI Jakarta dan PT Balai Pustaka lakukan Penandatanganan Surat Perjanjian Kerjasama (MoU) bertempat di Cafe Sastra, beberapa waktu...
Jakarta |Kapolsek Johar Baru Komisaris Polisi (Kompol) Supriadi.SH.MH bersama Mayor Dasim Danramil 08 Johar Baru ngopi bareng dengan mahasiswa STIAMI...
27 Februari 2018 | Dibaca: 795 Kali
Lembaga KPK : Pejabat Subang Diminta Bertobat

Subang, Fokusjurnal.com -  Maraknya operasi tangkap tangan (OTT)  yang menyeret para peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang dilaksanakan secara serentak dinilai sangat memalukan.

Salah satu Bupati yang terseret dalam OTT itu adalah Bupati Subang  Imas Aryuningsih, beberapa waktu lalu.

Imas menjadi buah bibir oleh masyarakat Kabupaten Subang. Pasalnya, Imas yang tengah mengikuti dan menjadi peserta Pillada dan di dukung oleh Partai Golkar dan PKB itu kini menyandang status tersangka dan meringkuk di sel tahanan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Berbagai komentar pun diarahkan kepada Imas, salah satunya datang dari ketua Lembaga Komunitas Pemberantasan Korupsi Firdaus Oiwobo,SH.

Firdaus mengatakan para pejabat Subang harus segera bertobat, pasca OTT  Imas.

"Kami sangat mengapresiasi banyaknya para pejabat kepala daerah yang terkena OTT oleh KPK," kata Firdaus, melalui telepon seluler. Senin (26/2/2018).

Tertangkapnya Imas menjadi salah satu factor, pembelajaran pejabat di Kabupaten Subang, agar lebih berhati-hati dalam menggunakan anggaran.

"Kontrol dan pengawasan sekarang ini sangat canggih. Untuk itu para pejabat di Subang harus berfikir cerdas dalam menggunakan anggaran. Enaknya sedikit, sakitnya lama di penjara," kata Firdaus.

Firdaus menigingatkan kepada para pejabat dalam menggunakan anggaran.

"Jika para pejabat yang tersangkut kasus korupsi. Pasti akan terkuak semua dan tidak ada kata berbohong. Mana ada kasus korupsi yang pasang badan sendiri, sudah pasti akan mengembet kepada siapa saja yang menerima hasil korupsi itu,”tegasnya

Reklame Imas
Dari pantauan Fokusjurnal.com dilapangan masih araknya reklame Bupati Subang  Imas Aryuningsih dalam pencalonan dirinya yang maju dalam pilkada serentak. Firdaus menilai harusnya diturunkan saja oleh instansi terkait. “Jika calon sudah ditetapkan tersangka lebih baik diturunkan saja. Hal ini dapat menjatuhkan parpol pendukung dan tidak artinya lagi serta upaya yang sia-sia, karena yang bersangkutan melakukan tindak pidana korupsi. Kalau orang sudah melakukan dan mengecewakan terhadap masyakat serta para pendukungnya siapa yang mau memilih. Wong dia sudah dipenjara,”tegas Firdaus.

Untuk itu Firdaus menghimbau agar para pejabat stop melakukan tidakkan yang dapat merugikan diri sendiri dan memalukan keluarga ini.

“Selain didukung oleh alat canggih yang dapat menditek kapanpun dan dimanapun pasti ketahuan oleh KPK. Apalagi sekarang ini masyarakat sudah tidak lagi bodoh, malah masyarakat sekarang sudah pada pintar. Kapan dan dimanapun juga jika ada temuan pasti akan ketahuan dengan di dukung fakta dan bukti yang kuat masyakat dapat melaporkan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh pejabat tersebut,” pungkas Oiwobo. (rd/sb/yn)


 

Kantor Redaksi :

JALAN JOHAR BARU RAYA
JAKARTA PUSAT