,
Jakarta | Walikota Jakarta Pusat DR. Bayu Meghantara, Msi membuka lomba ngeset (ngulitin) kambing diacara Lebaran Tenabang 2019. Buyung selaku...
Jakarta | Pemilihan Ketua, Kumpulan Orang Orang Depok (KOOD) tingkat Kecamatan di wilayah Tapos berlangsung secara demokratis. Prosesi pemilihan itu...
Jakarta | Guna mempererat talisilaturahmi terhadap sesama,  Majelis  Dzikir Birrul Walidain menggelar acara Halal Bihalal. Dalam...
Jakarta | Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Pusat, Ros Ellyana Prasetyo meresmikan 5 titik MCK diwilayah DKI Jakarta, Senin...
Jakarta | Tiga bangunan liar di bongkar oleh Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Johar Baru Jakarta Pusat. Bangunan yang terletak di Jalan...
Jakarta | Kapolsek Johar Baru Komisaris Polisi Endy Mahandika.SH mendapat kejutan istimewa dari sejumlah orang yang mengatasnamakan Forum Kewaspadaan...
01 Maret 2018 | Dibaca: 366 Kali
Membongkar Gurita Tenaga Honorer di Subang

Ilustrasi penerimaan CPNS [foto/ist]

Subang-Fokusjurnal.com – Tenaga honorer yang biasa di sebut K2 telah menyetor sejumlah uang kepada oknum pemerintah Kabupaten Subang, Jawa Barat, dengan iming-iming menjadi Pegawai Negeri Sipil [PNS].

Kerugian yang dialami  peserta Calon Pegawai Negeri Sipil [CPNS] ini menjadi pembicaraan di Kabupaten Subang. Bahkan  uang yang dikeluarkan si calon juga jadi pembicaraaan, mulai puluhan juta hingga ratusan juta rupiah agar dapat menjadi PNS atau sekarang yang disebut Aparatur Sipil Negara [ASN].

Kalau dalam seleksi awal mereka bisa lolos, tetapi dalam saringan akhir, mereka ketahuan sehingga batal diangkat menjadi CPNS. Kini mereka harus menghisap  jempol, dan berharap uang yang diterima oleh oknum pejabat dapat kembali.

Tak jarang dari mereka ada yang menjual sawah serta hutang piutang baik kepada kerabat maupun teman, agar dirinya dapat menjadi seorang PNS.

Atas data yang di miliki media ini, tim kami mencoba menginvestigasi atas kasus ini yang telah merugikan masyarakat tersebut.

Ketika media ini  menjumpai salah seorang korban perekrutan CPNS mengatakan bahwa ia sudah jauh-jauh hari mempersiapkan diri untuk dapat mengikuti tes tersebut.

“Jujur saya sangat kecewa terhadap salah satu oknum pejabat di Pemkab Subang ini, saya diminta uang oleh dia dari hasil  test katanya saya lulus. Dan pejabat itu minta uang kepada saya sebesar Rp. 125 juta dan  pemberian uang itu  ada buktinya. Setelah saya cek ternyata nama saya tidak ada,  ” katanya dengan nada geram. Pemuda ini tidak bersedia disebut namanya.

Sejalan dengan kekecewaan yang dialami , ia meminta kepada pemerintah Kabupaten Subang untuk mengembalikan uangnya.“Tidak hanya saya saja, masih banyak para korban yang telah masuk uangnya. Dan itu bisa miliaran yang diterima oleh pejabat itu, yang sama nasibnya seperti saya yang di kecewakan,”paparnya.

Ia menuturkan bahwa apa yang dilakukan oleh okunum pejabat  itu  tidak terlepas peran serta para pejabat tinggi di Kabupaten Subang.“Jika kita telusuri maka ada peran besar pejabat di Subang yang menikmati uang itu,”katanya dengan nada kecewa.

Bahkan dirinya pun telah melaporkan hal ini kepada pihak kementerian terkait dan Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK]. “kami telah melaporkan hal ini kepada pihak KPK agar diusut tuntas,”terangnya sambil menunjukkan bukti tanda tangan pejabat terkait.

Bahkan ia menilai banyak kejanggalan atas pengangkatan honorer katagori 2 [dua] yang telah menjadi PNS. “Banyak PNS di Kabupaten Subang yang tidak sesuai dengan prosedur. Sehingga banyak siluman K2 menjadi PNS,”katanya. [tim] .

 

Kantor Pusat :

The City Tower 
​​​​​​Jl.MH. Thamrin No. 81
Level 12 1N, JAKARTA PUSAT

Telp. 021 - 30490123