,
Jakarta | Ariq Motor Sebagai perusahaan yang bergerak dibidang otomotif, dibilangan Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat ini memiliki rasa...
Jakarta I Forum Silaturahmi RT/RW se Kelurahan Tanah Tinggi  mengadakan kegiatan Silaturahmi bersama 3 Pilar Kecamatan Johar Barau, Jakarta...
Kamis, 17 Oktober 2019
Jakarta | H. Cipta Wahyudi Okis Ketua Dewan Pimpinan Cabang Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar Banten (DPC BPPKB) Jakarta Pusat memberikan...
Jakarta | Pergunu DKI Jakarta dan PT Balai Pustaka lakukan Penandatanganan Surat Perjanjian Kerjasama (MoU) bertempat di Cafe Sastra, beberapa waktu...
Jakarta |Kapolsek Johar Baru Komisaris Polisi (Kompol) Supriadi.SH.MH bersama Mayor Dasim Danramil 08 Johar Baru ngopi bareng dengan mahasiswa STIAMI...
Jakarta |Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat menyelenggarakan kegiatan Literasi di Kampung Johar Baru dengan...
17 Januari 2018 | Dibaca: 350 Kali
Ribuan Nelayan Tuntut Susi Dicopot

(foto/ist)

Jakarta, Fokusjurnal.com - Pelarangan nelayan menggunakan alat tangkap cantrang, ribuan nelayan berdemo di depan Istana Negara. Mereka menuntut Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti karena dinilai telah merugikan para nelayan atas kebijakan pelarangan cantrang bagi para nelayan. 
 
Ribuan nelayan yang tergabung dalam Aliansi Nelayan Indonesia melakukan aksi unjuk rasa di kawasan bundaran Patung Kuda, Jakarta Pusat, Selasa (17/1).

Sambil membawa spanduk dan bendera merah putih, para nelayan menyerukan agar Presiden Joko Widodo segera mencopot Susi dari jabatannya. Salah satu dari spanduk itu bertuliskan 'Kami butuh ikan, kami menganggur, copot Susi!'.
 
Aliansi Nelayan Indonesia meminta kepada Susi Pudjiastuti agar mempertimbangkan kembali kebijakannya itu. Pasalnya sejak pelarangan cantrang, ribuan nelayan tak bisa maksimal mencari ikan.
 
“Sebagai nelayan kami merasa dirugikan atas kebijakan Menteri Susi yang melarang penggunaan cantrang,” kata Warjo salah satu nelayan asal Jawa Tengah itu.

Atas kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang dinilai merugikan para nelayan itu, terpaksa para nelayan menggunakan jaring dan hasil pendapatannya pun sedikit bahkan proses yang dilakukannya itu cukup lama. Artinya sejak kebijakan yang dikeluarkan oleh Menteri Susi para nelayan cendrung tak bisa maksimal mencari ikan.(yn)
 
 

Kantor Redaksi :

JALAN JOHAR BARU RAYA
JAKARTA PUSAT