,
Jakarta | Ariq Motor Sebagai perusahaan yang bergerak dibidang otomotif, dibilangan Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat ini memiliki rasa...
Jakarta I Forum Silaturahmi RT/RW se Kelurahan Tanah Tinggi  mengadakan kegiatan Silaturahmi bersama 3 Pilar Kecamatan Johar Barau, Jakarta...
Kamis, 17 Oktober 2019
Jakarta | H. Cipta Wahyudi Okis Ketua Dewan Pimpinan Cabang Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar Banten (DPC BPPKB) Jakarta Pusat memberikan...
Jakarta | Pergunu DKI Jakarta dan PT Balai Pustaka lakukan Penandatanganan Surat Perjanjian Kerjasama (MoU) bertempat di Cafe Sastra, beberapa waktu...
Jakarta |Kapolsek Johar Baru Komisaris Polisi (Kompol) Supriadi.SH.MH bersama Mayor Dasim Danramil 08 Johar Baru ngopi bareng dengan mahasiswa STIAMI...
Jakarta |Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat menyelenggarakan kegiatan Literasi di Kampung Johar Baru dengan...
16 Februari 2018 | Dibaca: 215 Kali
Diam-Diam Ketum IPJI Sudah Mempunyai Gerai di Bali

Ketua Umum IPJI Taufiq Rachman, S.Sos

Bali, Fokusjurnal.com - Jika kita berwisata atau liburan ke Denpasar, Bali, ingin mencicipi masakan “Sop Iga Ayuk In” yang beralamat di kawasan Sidakarya, Perempatan Benoa, Jalan Suwung Kendal 11 Denpasar, Bali atau dapat follow @sopiga_ayukin untuk pesanan. Racikan Sop Iga Ayuk In, ini rasanya sangat melayu, setara lidah Londo.
 
Hal itu di kemukakan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Umum [DPP] Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia [IPJI] Taufiq Rachman S.Sos yang kini menggeluti bisnis kuliner di Denpasar, Bali.
 
Bisnis kuliner ini mulai dirintis oleh keponakannya yang tinggal di Bali. Kebetulan, keponakan punya resep jitu dalam meracik sop iga.
 
"Ternyata rasanya enak setelah saya cicipi," sambungnya. 
 
Sebagai entrepreneur, ayah lima anak ini mengendus peluang besar dikuliner. "Wah, ini sangat bagus, punya cita rasa sendiri," ungkapnya.
 
Semetara itu, kepada wartawan, Zsesa yang keponakan Taufiq Rachman, mengiyakan. "Wah, saya senang sekali. Kan om entrepreneur," ujarnya di Bandara Ngurai Rai, Denpasar, Bali, Kamis [15/2] malam.
 
Hasrat yang tinggi itu, tidak membuat Zsesa  menegadahkan tangan meminta modal besar dengan segala fasilitasnya. Ibu satu anak ini menjajakannya  melalui lewat online.
 
"Saya menjajakan secara online," jelas ibu satu anak ini 
 
Bagi Zsesa, begitu sapaan akrabya, penjualan secara online sangat efektif, termasuk biaya promo dan menaikkan branding. Belum lagi informasi yang disajikan menembus ruang dan waktu.
 
"Jadi costnya sangat ringan, hanya rajin menshare saja," ungkapnya.
 
Dia pun rajin memposting foto foto yang menarik lewat follow @sopiga_ayukin  yang dapat menggugah selera makan. Lalu, istri Pramuniaga Garuda ini meminta komentar dari pembeli serta masukan dari pemesan/konsumennya. 
 
"Kita harus interaktif dengan pemesan," jelasnya.
 
Hasilnya tidak main-main. Ada saja yang memesan di seantero Denpasar dan Badung. "Wah, senangnya bukan main," ungkapnya. Bahkan, lantaran kepincut dengan rasa, ada yang repeat order.
 
Bahkan ada juga peminatnya dari kalangan turis. Kok bisa sih? 
 
Kata perempuan berkulit kuning langsat ini, menu yang disajikan bukan hanya untuk selera Indonesia, tapi dikemas sesuai selera orang bule.
 
Apa rahasianya? Szesa yang karyawati di perusahaan asing ini tersenyum kecil. "Itu rahasia mama," jelas menyebut mamanya asli "wong kito galoh", Palembang, Sumatera Selatan.
 
Akhirnya, lewat online, tanpa sadar terbentuk komunitas penggemar sop iganya. Di sinilah lagi-lagi peluang tidak disia-siakan.
 
Setelah diskusi  disepakati membuat gerai. Tempat yang dipilih kawasan Sidakarya, dekat  perempatan Benoa. Tepatnya Jalan Suwung Kendal 11, Den Pasar, Bali.
 
"Hari Sabtu kita akan soft launce," ungkapnya, menyebut nama sop iganya 'Ayuk    in", panggilan akrab bundanya Ayu Linda, dijadikan merk sekaligus ikon sop iganya. " Gerainya kecil. Tapi dari yang kecil ini saya berharap akan jadi besar" ujar Zsesa munutup obrolan.[yn]
 

Kantor Redaksi :

JALAN JOHAR BARU RAYA
JAKARTA PUSAT