,
Jakarta | Dewan Pimpinan Pusat Badan Potensi Pembinaan Keluarga Besar (DPP BPPKB) Banten melantik Jermia Kalalo. SE,  sebagai Ketua Dewan...
Jakarta | Dewan Pimpinan Pusat Pembinaan Potensi Keluarga Besar (DPP BPPKB) Banten menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan Dewan Pimpinan...
Jakarta | Ariq Motor Sebagai perusahaan yang bergerak dibidang otomotif, dibilangan Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat ini memiliki rasa...
Jakarta | Haryanto Badjoeri Mantan Kasatpol PP DKI Jakarta di era Gubernur Fauzi Bowo menghadiri pelantikan serentak Badan Potensi Pembinaan Keluarga...
Jakarta | Pergunu DKI Jakarta dan PT Balai Pustaka lakukan Penandatanganan Surat Perjanjian Kerjasama (MoU) bertempat di Cafe Sastra, beberapa waktu...
Jakarta |Kapolsek Johar Baru Komisaris Polisi (Kompol) Supriadi.SH.MH bersama Mayor Dasim Danramil 08 Johar Baru ngopi bareng dengan mahasiswa STIAMI...
18 Februari 2018 | Dibaca: 366 Kali
Peserta Rakernas IMO Indonesia Wisata Dengan Kapal Bounty Cruises

foto/ist

Jakarta, Fokusjurnal.com - Rapat Kerja Nasional [Rakernal] Ikatan Media Online [IMO] Indonesia yang diselenggarakan di hotel Puri Saron, Seminyak, Badung, Bali, 13-15 Februari 2018 lalu , masih menyisakan kenang manis bagi para peserta rakernas. Pasalnya, usai ditutup acara rakernas oleh Menteri Koordinator Keamanan Politik dan Keamanan ( Menko Polhukam) Jenderal TNI (Purn) H. Wiranto.

Panitia pun langsung meminta kepada para peserta untuk bersiap-siap karena sudah dijadwalkan untuk makan malam diatas kapal Bounty Cruises sebagai kapal wisata di pulau Dewata itu. Kedatangan para peserta rakernas IMO langsung disambut Gede Wirata dengan senyum sumringah sang pemilik kapal.

Gde Wirata sangat senang dan mengepresiasi atas kehadiran IMO Indonesia di Bali. Untuk itu selamat menikmati sajian makan malam yang disuguhkan selama dalam perjalanan menggunakan kapal Bounty Cruises.

Kehadiran IMO Indonesia di Bali harus menjadi garda terdepan untuk menangkal sekaligus melawan berita-berita Hoax. “Terutama dari media online negara lain yang ingin menghancurkan Pariwisata di Indonesia, khususnya di Bali, yang telah 8 tahun berturut turut menduduki ranking nomor satu Dunia, menerima kedatangan wisatawan mengalahkan Paris yang menduduki Ranking dua,”pinta Gde Wirata kepada wartawan.

Gde Wirata geram atas berita hoax yang dilakukan oleh Negara lain dan beredar di dunia khususnya Bali.  “ Meletusnya gunung agung membawa bdampak kerugian yang sangat tinggi terutama dari pemberitaan hoax oleh Negara lain. Sehingga pariwisata di pulau Bali ini sangat tidak diuntungkan atas pemberitaan itu. Bayangkan meletusnya Gunung Agung Negara Indonesia di rugikan sebesar 500 Miliar  di mana pada google Map zona tersebut merah semua untuk pulau Bali artinya atas pemberitaan yang tidak seimbang para wisatawan enggan datang ke Bali,”pungkas Gde Wirata mantan Ketua Kadin dan PHRI Bali.[yani]

Kantor Redaksi :

JALAN JOHAR BARU RAYA
JAKARTA PUSAT