,
Jakarta | Anak Depan Puskesmas (Andepus) Kramat Pulo Gundul, Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, panitia merayakan puncak hari Kemerdekaan Republik...
Jakarta | Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Anak Betawi (DPP FORKABI) menyelenggarakan pemotongan hewan qurban pada hari raya Idul Adha 1440...
Jakarta | Polres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Harry Kurniawan, SIK, MH) memberikan bantuan berupa sapi qurban kepada...
Jakarta  | Dalam rangka membentuk nilai-nilai Dasar Profesi PNS (Pegawai Negeri Sipil) melalui Kompetensi inilah yang kemudian berperan dalam...
Jakarta | Harianto Badjoeri (HB) menerima kunjungan lintas etnis, kunjugan lintas etnis tersebut bertujuan merekatkan silaturahmi antar etnis yang...
Jakarta | Ketua Dewan Pimpinan Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten Jakarta Pusat H.Cipta Wahyudi Okis. SH  memenuhi undangan...
18 Februari 2018 | Dibaca: 350 Kali
Peserta Rakernas IMO Indonesia Wisata Dengan Kapal Bounty Cruises

foto/ist

Jakarta, Fokusjurnal.com - Rapat Kerja Nasional [Rakernal] Ikatan Media Online [IMO] Indonesia yang diselenggarakan di hotel Puri Saron, Seminyak, Badung, Bali, 13-15 Februari 2018 lalu , masih menyisakan kenang manis bagi para peserta rakernas. Pasalnya, usai ditutup acara rakernas oleh Menteri Koordinator Keamanan Politik dan Keamanan ( Menko Polhukam) Jenderal TNI (Purn) H. Wiranto.

Panitia pun langsung meminta kepada para peserta untuk bersiap-siap karena sudah dijadwalkan untuk makan malam diatas kapal Bounty Cruises sebagai kapal wisata di pulau Dewata itu. Kedatangan para peserta rakernas IMO langsung disambut Gede Wirata dengan senyum sumringah sang pemilik kapal.

Gde Wirata sangat senang dan mengepresiasi atas kehadiran IMO Indonesia di Bali. Untuk itu selamat menikmati sajian makan malam yang disuguhkan selama dalam perjalanan menggunakan kapal Bounty Cruises.

Kehadiran IMO Indonesia di Bali harus menjadi garda terdepan untuk menangkal sekaligus melawan berita-berita Hoax. “Terutama dari media online negara lain yang ingin menghancurkan Pariwisata di Indonesia, khususnya di Bali, yang telah 8 tahun berturut turut menduduki ranking nomor satu Dunia, menerima kedatangan wisatawan mengalahkan Paris yang menduduki Ranking dua,”pinta Gde Wirata kepada wartawan.

Gde Wirata geram atas berita hoax yang dilakukan oleh Negara lain dan beredar di dunia khususnya Bali.  “ Meletusnya gunung agung membawa bdampak kerugian yang sangat tinggi terutama dari pemberitaan hoax oleh Negara lain. Sehingga pariwisata di pulau Bali ini sangat tidak diuntungkan atas pemberitaan itu. Bayangkan meletusnya Gunung Agung Negara Indonesia di rugikan sebesar 500 Miliar  di mana pada google Map zona tersebut merah semua untuk pulau Bali artinya atas pemberitaan yang tidak seimbang para wisatawan enggan datang ke Bali,”pungkas Gde Wirata mantan Ketua Kadin dan PHRI Bali.[yani]

Kantor Redaksi :

JALAN JOHAR BARU RAYA
JAKARTA PUSAT